Rabu, 11 Desember 2019

KISAH : Seorang Wanita dan Tukang Besi

Dikisahkan kembali oleh :
Andi Anugrah Aprilia Parenrengi
(Finance Spv.PT JBS)
Ketika si tukang besi sedang duduk di rumahnya melepas lelah setelah seharian bekerja, tiba-tiba terdengar pintu rumahnya diketuk orang. Si tukang besi keluar untuk melihatnya, pandangannya menubruk pada sesosok wanita cantik yang tak lain adalah tetangganya.

“Saudaraku, aku menderita kelaparan. Jika bukan karena tuntutan agamaku yang menyuruh untuk memelihara jiwa (hifdz al-Nafs), aku tidak akan datang ke rumahmu. Maukah engkau memberikan makanan padaku karena Allah?” Tutur wanita itu.

Ketika itu, memang tengah datang musim paceklik (kemarau). Sawah dan ladang mengering. Tanah pecah berbongkah-bongkah. Padang rumput menjadi tandus hingga hewan ternak menjadi kurus dan akhirnya mati. Makanan menjadi langka, maka tak pelak kelaparan melanda sebagian besar penduduk desa itu. Hanya sebagian kecil yang masih bisa bertahan.

“Tidakkah engkau tahu bahwa aku mencintaimu? Akan kuberi engkau makanan, tetapi engkau harus melayaniku semalam,” kata tukang besi itu.

Si tukang besi memang jatuh hati kepada tetangganya itu. Dia merayunya dengan berbagai cara dan taktik, namun tak juga berhasil meluluhkan hati wanita itu.

“Lebih baik mati kelaparan daripada durhaka kepada Allah,” ujar wanita itu lagi sambil berlalu menuju rumahnya.

Setelah dua hari berlalu, wanita itu kembali mendatangi rumah si tukang besi dan mengatakan hal yang sama. Demikian pula jawaban si tukang besi.

Ia akan memberi makanan asalkan wanita itu mau menyerahkan dirinya. Mendengar jawaban yang sama, wanita itupun kembali ke rumahnya.

Dua hari kemudian, wanita itu datang lagi ke rumah tukang besi itu dalam keadaan payah. Suaranya parau, matanya sayu, dan punggungnya membungkuk karena menahan lapar yang tiada tara. Ia kembali mengatakan hal serupa. Begitu pula jawaban si tukang besi, sama dengan yang sudah-sudah. Wanita itu kembali ke rumahnya dengan tangan kosong untuk kali ketiga.

Ketika itulah, Allah memberikan hidayah-Nya kepada si tukang besi. “Sungguh celaka aku ini, seorang wanita mulia datang kepadaku, dan aku terus berlaku dzalim kepadanya,” tutur tukang besi dalam hatinya. “Ya Allah aku bertaubat kepada-Mu dari perbuatanku dan aku tidak akan mengganggu wanita itu lagi selamanya.”

Si tukang besi itu bergegas mengambil makanan dan pergi ke rumah wanita itu. Diketuknya pintu rumah wanita itu. Tak lama berselang, kerekek…terlihat pintu terbuka dan muncullah sesosok wanita yang nampak kuyu. Melihat si tukang besi berdiri di depan pintu rumahnya, wanita itu bertanya, “Apa keperluanmu datang ke rumahku?”

“Aku bermaksud mengantarkan sedikit makanan yang aku punya. Jangan khawatir, aku memberinya karena Allah,” jawab si tukang besi itu.

“Ya Allah, jika benar apa yang dikatakannya, maka haramkanlah ia dari api di dunia dan akhirat,” tutur wanita itu seraya menengadahkan kedua tanganya ke langit.

Si tukang besi itu pulang ke rumahnya. Ia memasak makanan yang tersisa buat dirinya. Tiba-tiba secara tak sengaja bara api mengenai kakinya, namun kaki si tukang besi itu tidak terbakar. Bergegas ia menemui wanita itu lagi.

“Wanita yang mulia, Allah telah mengabulkan doamu,” ujar si tukang besi.

Seketika itu, wanita itu sujud syukur kepada Allah.

“Ya Allah engkau telah mewujudkan doaku, maka cabutlah nyawaku saat ini juga.” Terdengar suara lirih dari mulut wanita itu dalam sujudnya. Allah kembali mendengar doanya. Wanita itupun berpulang ke Rahmatullah dalam keadaan sujud.

JBS guys... demikianlah kisah seorang wanita yang menjaga kehormatannya meskipun harus menahan rasa lapar yang tiada tara.

Setiap muslimah mestinya dapat mengambil i’tibar (pelajaran berharga) dari berbagai kisah wanita sholehah yang telah diuraikan di muka. Merekalah yang mestinya dijadikan suri tauladan dalam kehidupan keseharian, bukan para artis yang menawarkan gaya hidup hedonisme dan materialisme...



Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu alla ila ha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika...

TIPS : 10 JENIS BUAH YANG WAJIB DIMAKAN DITAHUN 2020



JBS guys...20 hari lagi dari tanggal hari ini 11 Desember 2019 kita akan memasuki tahun 2020 Masehi. Mengapa tahun masehi kita perlu bahas? Karena tahun masehi adalah sistem penanggalan yang disepakati dalam berbisnis.
JBS guys, yuk kita buat resolusi untuk tahun 2020 bahwa kita akan usahakan punya 10 "Buah" yang seharusnya kita makan di tahun 2020, agar kita "SEHAT" jasmani dan rohani dimasa-masa yang akan datang.

Berikut berbagai "Buah" yang harus kita konsumsi tersebut....catet ya guys :
  1. Markisa (MARi KIta SAbar)
  2. Stroberi (Selalu insTROkpeksi BElajar Rendah hatI)
  3. Salak (Selalu bAik daLam bertindAK)
  4. Jeruk (Jangan bERbuat burUK)
  5. Pisang (Pantang Iri, Sombong dan ANGkuh)
  6. Anggur (ANda/Gue Gemar bersyukUR)
  7. Melon (MEnoLong Orang laiN)
  8. Tomat (TObat sebeluM kiamAT)
  9. Talas (Tak Ada kata maLAS)
  10. Mentimun (MENuntuT ilmu tIdak banyak melaMUN)
Begitulah guys, penulis sudah berusaha sesuaikan ketikannya agar sama dengan nama buahnya, mayan capek sih...
Semangat ya guys...kita tutup 2019 dengan memperbaharui semangat kita di 2020.

Selamat jalan kenangan, selamat datang harapan....


Sabtu, 07 Desember 2019

PROFILE : KISAH PENAMBANG JBS


Siang itu, matahari tepat di atas ubun-ubun. Suhu panasnya maksimal, persis seperti teori-teori yang disampaikan bapak ibu guru waktu disekolahan, bahwa panas dapat merembes melalui radiasi cahaya. Suhu panas lebih disempurnakan dengan angin yang ikut membawa debu yang beterbangan sebagai efek dari semakin berkurangnya sumber air bagi water truck, yang bertugas untuk “sedikit” mengurangi hempasan debu melalui penyiraman.

Di lapangan, suara Excavator yang melakukan ORE getting serta raungan suara Dump Truck pada tanjakan jalan hauling, serta terkadang terdengar juga tumbukan breaker pada permukaan Quarry telah berubah menjadi hentakan alunan musik. Teriakan-teriakan para pengawas lewat komunikasi radio sebagai penyanyinya yang tentu saja jelas sangat jauh dari kata merdu dan mendayu-dayu.

Di Office, tampak para admin yang bekerja tanpa sepatah kata. Sibuk dengan alam pikiran masing-masing tentang kapan laporan mereka selesai dan menghasilkan laporan yang akurat dan zero mistaken. Menyiapkan semua keperluan dan kelengkapan crew, agar selalu comply dengan SMKP serta prinsip-prinsip Safety First. Sesekali juga terdengar panggilan “…office…office monitor?” Itu pertanda pengawas diujung sana meminta bantuan sebagai repeater, bila ada kendala komunikasi diantara para pengawas.
Yah begitulah, sekelumit etalase kehidupan di Site Morombo, lokasi dimana PT Jaya Bersama Sahabat bertindak sebagai Main Contractor, yang penuh suka dan sedikit duka. Setiap insan JBS telah paham betul akan kondisi kerja yang ada dan menjadikannya sebagai tantangan untuk menjadikannya lebih kuat.

Buat yang belum copy, berikut beberapa kondisi yang harus dihadapi oleh para pekerja tambang :
Pertama, menikmati hari demi hari jauh dengan orang yang disayangi.
Kedua, bekerja dibawah resiko safety dan senantiasa harus was-was.

Ketiga, karena akses dan jarak serta pengaruh roster maka sering tidak menghadiri event-event keluarga.
Keempat, mudah dirundung kejenuhan oleh karena tidak adanya signal HP, Mall dan pusat keramaian lainnya. Jalan satu-satunya untuk mengobati rasa jenuh adalah Bekerja, Olahraga dan Tidur.
Kelima, perhatian terhadap keluarga (anak) tidak optimal, peluang renggangnya rumah tangga terbuka lebar. Untuk itu quality time mutlak diperlukan.
Keenam, tidak hanya beban psikologis dan beban psikis, tapi kebutuhan biologis pun harus siap tergadaikan.
Ketujuh, tidak berlaku penanggalan romawi, hijriah dan penanggalan china terkait dengan tanggal merah, semua tanggal berwarna hitam. Karena tanggal roster yang berlaku.

Guys yang di site membaca ini mungkin seolah-olah membaca catatan hariannya sendiri. Tapi untuk Guys yang belum copy, mungkin catatan ini bisa jadi bahan pertimbangan saat akan memutuskan untuk bergabung dengan perusahaan tambang.



Jumat, 06 Desember 2019

KISAH : RAJA BERISTERI 4


Dahulu kala, ada seorang raja yang memiliki empat orang istri yang kesemuanya ditempatkan oleh raja tersebut di dalam istana bersamanya.

Kecintaan sang raja kepada istrinya yang keempat sangat besar sekali, ia sangat tergila-gila kepadanya. Apapun yang diinginkan oleh istri yang keempat tersebut, pasti akan diusahakan dan dipenuhi oleh sang raja.

Kecintaan sang raja pada istrinya yang ketiga sama dengan kecintaannya pada istrinya yang keempat, hanya saja sang raja selalu dihinggapi rasa khawatir jika saja istrinya yang ketiga tersebut direbut oleh orang lain.

Istri sang raja yang kedua adalah seorang wanita yang selalu ada jika sang raja dalam kesulitan, selalu mendengarkan apa yang diinginkan raja, dan selalu hadir jika sang raja sedang sedih.

Dan Istri sang raja yang pertama adalah seorang wanita yang selalu disia-siakan olehnya, hak-haknya pun jarang dipenuhi. Sangat kurang sekali perhatian sang raja kepadanya, dan tidak jarang dengan santai sang raja menolak dengan tegas permintaan istri pertamanya tersebut. Walaupun sebenarnya, kecintaan istri pertama sang raja lah yang paling besar kepadanya, dibandingkan istri-istri sang raja yang lain.

Karena kelelahan sebab kesibukannya yang banyak untuk menjaga dan mengurusi kerajaannya yang cukup besar, tiba-tiba sang raja jatuh sakit yang dari hari-kehari semakin parah dan raja sendiri merasa sakitnya tersebut akan menyampaikan kepada kematian. Sang raja berfikir lalu berkata;
“Saat ini saya memiliki empat orang istri dan saya tidak mau jika nanti saya mati, saya kesepian dalam kubur seorang diri”.

Terdorong kegelisahan akan bayangan kesepian seorang diri di dalam kubur, sang raja mendatangi istrinya yang keempat lalu berkata; “Aku mencintaimu melebihi kecintaanku pada istri-istriku yang lain, setiap kamu minta sesuatu apapun pasti aku turuti, maukah kamu nanti menemaniku di dalam kubur jika aku mati?”.
Mendengar perkataan sang raja, istri keempatnya tersebut berkata; “Mustahil sekali permintaanmu tersebut wahai raja?!”.

Setelah berkata demikian, istri keempat raja tersebut segera berlalu meninggalkan sang raja seorang diri sembari menunjukkan sikap acuh dan sangat tidak mengenakkan sekali.

Lalu raja mendatangi istrinya yang ketiga dan berkata kepadanya; “Aku mencintaimu sepanjang hidupku, maukah kamu menemaiku di dalam kubur jika aku mati kelak?”.
Mendengar perkataan sang raja tersebut istri ketinganya berkata; “Apa kamu pikir hidup ini tidak menyenangkan, sehingga aku mau menemanimu di dalam kubur?!, jika kamu mati kelak, aku akan menikah lagi dengan lelaki lain yang lebih baik darimu”.

Lalu raja mendatangi istrinya yang kedua dan berkata kepadanya; “Aku selalu ada untukmu baik dalam keadaan susah ataupun senang, bahkan aku terkadang tertimpa kesusahan demi menyenangkan kamu, maukah kamu menemaniku di dalam kaubur jika kelak aku mati?”.
Mendengar perkataan sang raja, istri keduanya tersebut menjawab; “Mohon maaf sekali wahai suamiku, kali ini aku tidak dapat memenuhi permintaanmu, paling banyak yang bisa aku lakukan jika kamu mati kelak adalah mengantarkanmu sampai ke kubur”.

Mendengar jawaban penolakan dari ketiga istrinya atas permintaannya tersebut, sang raja sangat sedih dan susah sekali. Ketika sang raja masih larut dalam kesedihannya, tiba-tiba ia mendengar suara dari jarak yang cukup jauh berkata; “Aku akan menemanimu di dalam kuburmu, aku akan selalu menyertaimu kemanapun engkau pergi”.

Mendengar perkataan yang cukup menggembirakan tersebut, sang raja segera menoleh, dan ternyata yang berkata demikian adalah istrinya yang pertama. Istri raja yang sangat setia tersebut terlihat sangat kurus, lemah, dan sakit akibat sering dibiarkan dan tidak diperhatikan oleh suaminya. Tersadar akan kesalahannya, sang raja sangat menyesal sekali atas buruknya pergaulan yang ia lakukan kepada istri pertamanya tersebut sepanjang hidupnya.

Terlihat sangat menyesal sekali, dengan nada sendu sang raja berkata; “Seharusnya, engkaulah yang mestinya lebih aku perhatikan dari pada istri-istriku yang lain. Seandainya waktu bisa kembali, aku pasti akan memberikan perhatian yang lebih besar untukmu dari pada yang lain”.

Ini adalah kisah yang mengajarkan kepada kita bagaimana seharusnya kita menjalani hidup. Pada hakekatnya, masing-masing dari kita mempunyai empat orang istri.

Istri keempat kita adalah jasad kita. Bagaimanapun baiknya kita memperhatikan kebutuhan jasad kita, memenuhi keinginan-keinginannya pada akhirnya kita akan meninggalkannya sesaat setelah kematian kita.

Istri ketiga kita adalah harta benda yang kita miliki. Ketika kita mati kelak, kita pasti akan meninggalkan semuanya, semahal atau sebagus apapun itu. Segera setelah kematian kita, harta benda yang kita miliki akan berpindah tangan menjadi milik orang lain.

Istri kedua kita adalah saudara-saudara dan teman-teman kita. Bagaimanapun sibuknya kita mengurus dan memperhatikan mereka, paling banyak mereka hanya akan mengantarkan kita sampai kubur saja ketika kita mati.

Dan istri pertama kita adalah amal kesalehan kita. Kita sering terlupakan untuk mengurus dan memperhatikan amal kesalehan kita. Itu semua disebabkan karena kita sangat disibukkan dengan perhatian kita terhadap jasad kita, harta benda kita ataupun saudara dan teman-teman kita. Padahal kalau kita mau merenung dan menyadari, hanya amal-amal kesalehan kitalah yang kelak akan menjadi teman dan penghibur kita di dalam kubur ketika kita sudah mati.

* Cerita ini diterjemahkan dari cerita berbahasa arab yang berjudul Arba’u Zaujat.

Selasa, 03 Desember 2019

WAWASAN : RANKING, NEM DAN IPK HANYA MITOS?


Seorang Professor mengatakan, ada 3 hal yang ternyata tidak terlalu berpengaruh terhadap kesuksesan yaitu Ranking, NEM dan IPK.
Professor itu mengarungi pendidikan formalnya selama 22 tahun (1 tahun TK, 6 tahun SD, 6 tahun SMP-SMA, 4 tahun S1, 5 tahun S2 & S3). Kemudian mengajar selama 15 tahun di universitas di 3 negara maju (AS, Korsel, Australia) dan juga di tanah air.
Dia menjadi saksi betapa tidak relevannya ketiga konsep di atas terhadap kesuksesan.
Ternyata sinyalemennya selama ini didukung oleh riset yang dilakukan oleh Thomas J.Stanley yang memetakan 100 faktor yang berpengaruh terhadap tingkat kesuksesan seseorang berdasarkan survey terhadap 733 millioners di USA. Dari hasil penelitian itu, ternyata nilai yang baik (yaitu Ranking, NEM dan IPK) hanyalah faktor sukses urutan ke-30.
Sementara faktor IQ pada urutan ke-21, dan bersekolah di universitas/sekolah favorit diurutan ke-23.
Jadi Professor ini ingin mengatakan secara sederhana : Jika anak kita nilai raport nya rendah TIDAK MASALAH.
NEM anak anda tidak begitu besar? Paling banter akibatnya tidak bisa masuk sekolah favorit. Yang menurut hasil riset, tidak terlalu berpengaruh terhadap kesuksesan.
Lalu apa faktor yang menentukan kesuksesan seseorang itu?
Menurut riset Stanley berikut ini adalah sepuluh faktor teratas yang akan mempengaruhi kesuksesan :
  1. Kejujuran (Being honest with all people)
  2. Disiplin keras (Being well-disciplined)
  3. Mudah bergaul atau Friendly (Getting along with people)
  4. Dukungan pendamping (Having a supportive spouse)
  5. Kerja Keras (Working harder than most people)
  6. Kecintaan pada yang dikerjakan (Loving my career/business)
  7. Kepemimpinan (Having strong leadership qualities)
  8. Kepribadian kompetitif atau Mampu berkompetisi (Having a very competitive spirit/personality)
  9. Hidup teratur (Being very well-Organized)
  10. Kemampuan menjual ide atau kreatif / inovatif (Having an ability to sell my ideas / products)

Hampir semua faktor ini tidak terjangkau oleh Ranking, NEM dan IPK. Dalam kurikulum semua yang ditulis diatas itu dikategorikan sebagai Soft-skill. Dan biasanya peserta didik memperolehnya dari kegiatan di ekstra-kurikuler.

Well, JBS guys...ternyata kita tidak perlu sejenius Mr. Einstein atau Pak Habibie. Yang terpenting kita memiliki ke-10 hal tersebut diatas.

Keep fight and moving forward ya guys....



Senin, 02 Desember 2019

RAGAM : HARAPAN-HARAPAN DI 2020


Tahun 2019 sisa hitungan hari. Menjelang tahun baru 2020, para Admin PT Jaya Bersama Sahabat (JBS) yang bertugas di HO KDI pun telah bersiap menyambut tahun baru dengan melakukan muhasabah pada diri masing-masing tentang apa dan bagaimana capaian di tahun 2019 untuk kemudian diperbaharui ditahun berikutnya di 2020.
Berikut berbagai komentar dan harapan yang dikemukakan oleh para admin yang bertugas di HO KDI.
Andi Anugrah Apriliani Parenrengi
(Finance Spv.)
Andi Anugrah Aprilia Parenrengi (Adhe). Gadis penyuka warna ungu ini menganggap capaiannya di 2019 belumlah maksimal. Masih banyak yang belum terealisir, meskipun ada juga yang telah tercapai. Capaian terbesar yang dirasakannya antara lain adalah ketenangan batin yang dirasakan disepanjang 2019, dan berharap akan berlanjut dimasa-masa yang akan datang. Untuk 2020, gadis manis penyuka sop ceker ayam ini berharap ada peningkatan ketaqwaan dan dipertemukan dengan belahan hatinya, agar dapat mewujudkan harapannya menjadi istri sholeha dan lebih bermanfaat bagi orang lain. Untuk JBS dia berharap akan jauh lebih baik dari sekarang, dan menjadi berkah bagi seluruh karyawan.  Aaaamiiiin…

Rini Isnaini
(Finance & Accounting Staff)
Rini Isnaini (Rini), penyuka warna Biru Navy, di tahun 2019 berhasil mengganti status menjadi seorang istri, dan alhamdulillah saat ini sedang hamil  juga. Untuk itu ditahun 2020 harapan pertamanya adalah persalinannya lancar, dan mendapatkan rejeki yang semakin lancar pula. Menjadi ibu dan istri sholeha, dan semoga tercapai cita-citanya untuk memberangkatkan umroh kedua orang tuanya. Harapan buat JBS ditahun 2020 adalah JBS semakin sukses, agar dapat memakmurkan karyawan/ti nya. Hemmm…harapan atau lagi curhat neeh…?
Dhyta Rachmy
(Purchasing and Logistic Staff)
Dhyta Rachmy (Dita), gadis penggemar warna Biru, mengisi tahun 2019 dengan mendapatkan pekerjaan di JBS, serta dapat pasangan baru juga… Uhuiii. Untuk itu, dia berharap di 2020 dia isi dengan menikah, lulus CPNS, Umroh gratis JBS dan jalan-jalan keluar negeri...ngarep banget ksian Heheheh… Untuk JBS dia berdoa, semoga JBS semakin sukses dan makmur, serta JBS bisa meningkatkan perekonomian sultra dan desa Morombo. Nasionalis banget kan…

Cindhy Ayu Kalista
(General Admin Staff)
Cindhy Ayu Kalista (Cindy). Baginya warna Pink is the best. Di tahun 2019, dia berhasil untuk hijrah dalam penampilan dengan berhijab. Sama halnya dengan Dhyta, selama tahun 2019 juga mendapatkan pasangan baru dan pekerjaan baru di JBS. Intinya, menurut dia 2019 lebih happy dibanding 2018. Untuk tahun 2020, dia berharap akan menikah dan hamil, lalu  umroh bersama suami dan keluarga barunya tersebut. Lalu menjadi pribadi yang lebih baik dan istiqomah, dilimpahkan rejeki yang lebih banyak dan dimudahkan masuk BUMN. Hahahaha…klo yang terakhir gak Aamiin deh…biar tetap di JBS berjuang bersama yang lain.  Untuk JBS, harapannya semoga semakin sukses dan terus dilimpahkan rejeki, dimudahkan segala urusannya dan semoga JBS ditahun depan lebih jaya. Aamiin…yaa mujib.

Minggu, 01 Desember 2019

KISAH : IR. SHOLAH ATHIYAH – Mitra Bisnis Allah…


Pengantar Jenazah Sholah Athiyah
Siapakah Ir. Sholah Athiyah ini? Mengapa kematian Beliau menggemparkan Kairo, Mesir...? Pemakamannya dihadiri lebih dari setengah juta orang...!!!

Alkisah dari sebuah kampung kecil bernama Tafahna Al Asyrof, Distrik Mit Ghamr, Provinsi Daqahliah Mesir, ada 9 orang sarjana miskin lulusan fakultas pertanian. Lalu mereka pun sepakat membuat sebuah peternakan unggas, sembari mencari mitra yang ke-10.
Namun mereka terbentur modal, maka dengan sekuat tenaga mereka kumpulkan dengan menjual tanah, perhiasan istri hingga dengan meminjam. Meskipun tidak banyak terkumpul, namun mencukupi untuk memulai usaha dalam bidang peternakan unggas.

Pertanyaan yang tersisa, siapa mitra yang ke-10?

Ir.Sholah, satu dari mereka pun berkata, aku sudah menemukan mitra yang ke-10 kita. Siapa?, tanya teman-temannya. Allah…jawabnya. Allah akan menjadi MITRA kita yang ke-10. Allah akan mendapat 10% dari keuntungan, dengan perjanjian Allah akan memberikan PERLINDUNGAN dan PEMELIHARAAN, serta KEAMANAN dari wabah dan penyakit pada unggas-unggas kita.
Akhirnya, merekapun bersepakat. Kontrak kerjasama ditulis secara rinci dan dicatatkan ke notaris, lengkap dengan peran MITRA ke-10 tersebut.

Tak disangka, setelah satu musim bisnis mereka langsung meroket, jauh dari yang mereka bayangkan sebelumnya. Lalu merekapun bersepakat untuk menambah jatah MITRA ke-10 menjadi 20% dimusim ke-II. Dan begitu seterusnya setiap musim hingga jatah MITRA ke-10 mencapai 50%.
Lalu bagaimana keuntungan MITRA ke-10 dialokasikan?

Dimulai dengan membangun Sekolah Dasar Islam Putra, lalu lanjut Putri. Kemudian Sekolah Menengah Putra lalu Putri. Tambah lagi Madrasah Aliyah Putra lalu Putri. Tapi karena keuntungan terus membanjir, akhirnya dibentuklah Baitul Maal. Dan Merekapun mengajukan ke Pemerintah untuk membangun Universitas di kampung tersebut. Awalnya ditolak! Dengan alas an tiadanya akses bagi para Mahasiswa.

Tak berapa lama, merekapun mengajukan pembengunan universitas kembali, yang lengkap dengan stasiun kereta beserta jalurnya menuju universitas di kampung itu dengan biaya mandiri.
Akhirnya permintaan ini disetujui!. Dan pertama dalam sejarah Mesir, berdirilah sebuah Universitas di perkampungan kecil. Semakin berkembang, dibangun pula fakultas ke-2, ke-3, ke-4 hingga asrama putri dengan kapasitas 600 kamar. Lalu asrama putra dengan kapasitas 1000 kamar. Tiket kereta api pun di GRATIS kan untuk memudahkan transportasi menuju kampung tersebut.

Kampung Tafahna Al Asyrof kini
Tak cukup hanya itu, dibangun Baitul Maal berikutnya, hingga hilang kemiskinan di daerah tersebut. Dan program ini diduplikasi ke kampung-kampung lainnya. Hingga bisa dikatakan tak ada kampung yang disinggahi Ir.Sholah kecuali akan dibangun Baitul Maal untuk warga.

Bantuan pun diberikan untuk fakir miskin dan para janda. Pemuda pengangguran pun dilatih mengelola perkebunan sayur hingga mandiri, bahkan sampai bisa mengekspor ke negara tetangga.
Pada saat panen raya, seluruh penduduk kampung dikirimi paket sayur. Di hari pertama setiap bulan Ramadhan diadakan buka puasa bersama seluruh penduduk kampung, mereka memasak dan hadir dilapangan yang dipenuhi beraneka ragam makanan yang lezat. Disiapkan juga perabotan untuk gadis-gadis yatim yang ingin menikah. Dan ini semua merupakan sedikit dari banyaknya kebaikan yang dilakukan oleh Ir. Sholah.

Hingga pada akhirnya, disepakatilah keuntungan perusahaan 100% untuk MITRA ke-10, semua untuk ALLAH!! Ir. Sholah yang pada awalnya adalah salah satu mitra usaha, berubah menjadi Karyawan ALLAH. Dia hanya menerima gaji, namun dia memberikan Tuhannya syarat, agar membuatnya hanya butuh kepada-Nya dan hanya meminta kepada-Nya.

Ir. Sholah Athiyah
Inilah sosok Ir. Sholah Athiyah, milyarder Kairo Mesir, sang dermawan, aktor utama kisah menakjubkan ini. Keihlasannya membuat ia sama sekali menolak terkenal di madia massa dan apalagi Medsos seperti saat ini. Hingga penulis pun agak kesulitan untuk mendapatkan referensi fotonya. Kini, meski orang yang melibatkan Allah ke dalam bisnisnya ini telah wafat, terbayang seluruh amal jariyahnya yang selalu mengalir untuknya. Masyaa Allah…!!!
Pertanyaannya, akankah ini hanya menjadi sebatas kisah saja? Atau menjadi teladan bagi kita untuk mengikuti jejaknya?


Sebagai insan JBS kita patut meneladaninya dalam beberapa aspek, antara lain bahwa dalam bekerja selalu menjadikan Allah sebagai tempat satu-satunya kita meminta dan berserah diri dan bahwa kita sangat membutuhkan ridha-Nya.